JASA MIGRASI DATABASE

Jasa Migrasi Database untuk Memindahkan Data dengan Proses yang Terstruktur

Bantu bisnis memindahkan database ke server, platform, atau struktur baru dengan proses mapping, migration, validation, dan cutover yang direncanakan untuk meminimalkan risiko kehilangan data dan gangguan operasional.

Source (Old Database)Legacy MySQL / Old Server
Migration PipelineSchema Mapping & Data Conversion
Data ValidationRow & Integrity Check
Cutover ReadinessLive App Replatforming
Target (New Database)PostgreSQL / Cloud Target
RISK AWARENESS

Migrasi Database Bukan Sekadar Memindahkan Data

Perubahan database dapat memengaruhi struktur data, aplikasi, integrasi, dan operasional. Karena itu migration perlu direncanakan dari awal.

01

Risiko Data Tidak Sesuai

Column, datatype, relation, encoding, atau format dapat berbeda antara source dan destination.

02

Aplikasi Tidak Kompatibel

Connection, query, ORM mapping, atau dependency aplikasi dapat terpengaruh setelah database berubah.

03

Data Tidak Konsisten

Jumlah maupun isi data source dan destination perlu dibandingkan setelah proses migration.

04

Downtime Mengganggu Operasional

Migration yang tidak direncanakan dapat menghentikan layanan dan menghambat proses bisnis.

05

Database Legacy

Struktur lama mungkin tidak lagi sesuai dengan kebutuhan aplikasi atau environment baru.

MIGRATION STORY

Dari Database Lama ke Environment Baru dengan Proses yang Terstruktur

Setiap fase memiliki tujuan dan checkpoint agar keputusan migration dapat dipahami oleh business owner maupun technical evaluator.

BEFORE

Legacy Environment

Legacy DatabaseOld ServerOld Application
  • Existing schema
  • Existing dependencies
MIGRATION

Controlled Process

01Assessment02Backup03Schema Mapping04Transformation05Migration06Validation07Testing08Cutover
AFTER

Updated Environment

New DatabaseApplicationBusiness Operations
  • Validated data
  • Monitoring enabled
MIGRATION SCOPE

Jenis Migrasi Database yang Dapat Kami Bantu

Pendekatan dan scope ditentukan setelah assessment kondisi source dan destination.

01

Database Engine Migration

Penyesuaian struktur dan data antar engine seperti MySQL, PostgreSQL, MariaDB, SQL Server, atau SQLite sesuai hasil assessment.

MySQL → PostgreSQLMariaDB → MySQL
02

Server & Cloud Migration

Memindahkan database dari server lama ke server baru, on-premise ke cloud, atau antar environment cloud dengan rencana cutover yang jelas.

On-Premise → CloudServer A → Server B
03

Version Upgrade

Meng-upgrade versi database sambil memeriksa compatibility, deprecated feature, extension, dan kebutuhan aplikasi.

Old Version → New Version
04

Schema Migration

Memindahkan atau merestrukturisasi tabel, relationship, index, constraint, dan aturan data agar sesuai dengan schema tujuan.

Schema MappingRelationship
05

Data Consolidation

Menggabungkan beberapa sumber data menjadi environment yang lebih terpusat dengan aturan cleansing dan deduplikasi.

Multi-SourceCentralized Data
06

Application-Database Migration

Memindahkan database sekaligus menyesuaikan connection, query, ORM mapping, dan dependency aplikasi yang menggunakannya.

CompatibilityReplatforming
SCHEMA MAPPING

Data Tidak Selalu Bisa Dipindahkan 1:1

Struktur data pada source dan destination dapat berbeda. Migration dapat membutuhkan mapping, transformation, cleansing, dan penyesuaian relationship agar data sesuai dengan schema tujuan.

Migration memindahkan data dengan konteks, bukan hanya menyalin file.
SOURCEcustomer_name
phone
company
created_at
MAPTRANSFORMVALIDATE
DESTINATIONname
contact_number
organization
registered_date
customersorderspayments
CONTROLLED WORKFLOW

Bagaimana Proses Migrasi Database Dilakukan?

Assess → Plan → Backup → Map → Migrate → Validate → Cutover → Monitor.

01ASSESS

Assess

Memahami source, destination, ukuran data, schema, dependency aplikasi, kebutuhan downtime, dan constraints operasional.

02PLAN

Plan

Menentukan migration strategy, backup strategy, migration window, rollback plan, dan validation approach.

03BACKUP

Backup

Menyiapkan salinan data dan memastikan backup dapat digunakan sesuai skenario recovery yang disepakati.

04MAP

Map

Memetakan table, column, datatype, relationship, index, constraint, dan kebutuhan transformation.

05MIGRATE

Migrate

Memindahkan struktur dan data ke environment tujuan menggunakan metode yang sesuai kondisi database.

06VALIDATE

Validate

Memeriksa completeness, consistency, integrity, schema compatibility, dan application compatibility.

07CUTOVER

Cutover

Mengalihkan aplikasi ke database baru sesuai migration plan dan checklist operasional.

08MONITOR

Monitor

Memantau environment setelah migration dan menangani issue yang muncul pada fase awal.

DATA INTEGRITY

Bagaimana Memastikan Data Hasil Migrasi Tetap Valid?

Data divalidasi berdasarkan migration scope dan validation criteria yang disepakati, bukan berdasarkan klaim bahwa semua kondisi selalu identik.

VALIDATION
CHECKPOINT

Row Count

Membandingkan jumlah record pada source dan destination.

Data Integrity

Memeriksa relationship antar tabel dan referential integrity.

Data Type

Memastikan datatype sesuai dengan schema tujuan.

Missing Data

Mencari data yang hilang, terpotong, atau gagal di-import.

Constraints

Memvalidasi primary key, foreign key, unique constraint, dan aturan relevan.

Application Test

Memastikan aplikasi dapat membaca dan menulis data sesuai kebutuhan.

Business Validation

Memastikan data penting tetap dapat digunakan oleh tim operasional.

RECOVERY PLANNING

Siapkan Backup dan Rollback Plan Sebelum Cutover

Strategi backup dan rollback bergantung pada database engine, environment, data size, application architecture, dan toleransi downtime.

BACKUPSalinan data
MIGRATIONTransfer terencana
VALIDATIONCheckpoint
CUTOVERAlih aplikasi
IF ISSUERollback / Recovery
Backup ≠ MigrationBackup menyiapkan recovery. Migration membuat data dapat digunakan di environment tujuan.
OPERATIONAL CONTINUITY

Migrasi Disesuaikan dengan Kebutuhan Operasional

Metode migration dipilih berdasarkan kondisi sistem dan tolerance terhadap downtime.

01

Offline Migration

Service dihentikan sementara untuk proses migration. Cocok bila downtime dapat dijadwalkan.

03

Low-Downtime Approach

Digunakan ketika kebutuhan operasional membutuhkan downtime minimal dan architecture memungkinkan.

APPLICATION AWARE

Database Berubah, Aplikasi Tetap Harus Berjalan

Database migration perlu mempertimbangkan aplikasi yang menggunakan database tersebut agar perubahan environment tidak memutus operasional.

APPLICATION
CONNECTION
NEW DATABASE
QUERY / TRANSACTION
✓ Connection string✓ Credentials✓ Schema & datatype✓ SQL compatibility✓ ORM mapping✓ Indexes✓ Stored procedures bila relevan✓ API dependencies
MIGRATION ARCHITECTURE

Bangun Jalur Migrasi yang Terstruktur

01SOURCE DB
02BACKUP
03MAPPING / TRANSFORM
04TARGET DB
05VALIDATION
06APPLICATION
SECURITY CONSIDERATIONS

Data Tetap Menjadi Prioritas Selama Proses Migrasi

Kontrol akses and handling data ditentukan sesuai sensitivitas serta kebutuhan environment project.

01

Access Control

Membatasi siapa yang dapat mengakses source, destination, dan proses migration.

02

Secure Connection

Menggunakan koneksi aman sesuai kemampuan dan kebijakan environment.

03

Credential Handling

Mengelola credential secara aman tanpa mengekspos secret di source code atau log.

04

Backup Protection

Melindungi backup berdasarkan sensitivitas data dan kebutuhan retention.

05

Validation & Logging

Mencatat proses, hasil validasi, dan issue sesuai kebutuhan project.

CLARIFY THE DIFFERENCE

Migrasi Database vs Integrasi Sistem: Apa Bedanya?

DATABASE MIGRATION

Memindahkan data dan database environment dari A ke B.

MySQL → PostgreSQL
On-Premise → Cloud
Old Server → New Server

Migrasi memindahkan data. Integrasi membuat sistem tetap terhubung.
TECHNOLOGY & METHODS

Teknologi Database yang Digunakan Sesuai Kebutuhan

Engine dan metode dipilih berdasarkan kondisi database, target environment, data size, compatibility, serta kemampuan maintenance.

DATABASE ENGINESMySQLPostgreSQLMariaDBSQL ServerSQLite
MIGRATION METHODSSQL & scriptsETLDump & restoreReplication / synchronization
USE CASES

Contoh Kebutuhan Migrasi Database

01

Legacy Database Upgrade

Database lama dipindahkan ke environment yang lebih baru.

02

Server Migration

Database dipindahkan dari server lama ke server baru.

03

Cloud Migration

Database dipindahkan ke environment cloud sesuai assessment.

04

Database Consolidation

Beberapa database digabung ke environment yang lebih terpusat.

05

Application Replatforming

Database dipindahkan bersamaan dengan penyesuaian application environment.

BUSINESS IMPACT

Migrasi Database Harus Memberikan Dampak yang Terukur bagi Operasional

01

Reduce Migration Risk

Proses disusun berdasarkan kondisi source dan destination.

02

Protect Data Integrity

Data divalidasi setelah migration sesuai criteria.

03

Minimize Disruption

Strategy disesuaikan dengan kebutuhan downtime.

04

Maintain Compatibility

Perubahan database dipertimbangkan bersama aplikasi.

05

Prepare for Growth

Environment baru dapat menjadi fondasi pengembangan berikutnya.

TECHNICAL EXAMPLE

Migration Concept yang Menjelaskan Alur Nyata

Visual ini adalah contoh teknis, bukan case study fiktif. Detail project, outcome, dan destination ditentukan berdasarkan kondisi klien.

SOURCEMySQLSCHEMA MAPPINGData TransformationVALIDATIONIntegrity CheckDESTINATIONPostgreSQL
MENGAPA ENTERCRAFT

Mengapa Memilih Entercraft
untuk Migrasi Database?

Kami menggabungkan perhatian pada data, aplikasi, dan operasional agar migration dapat dijalankan dengan keputusan yang lebih terukur.

01

Structured Migration

Setiap migration dimulai dari assessment dan planning, bukan langsung memindahkan data.

STRUCTURED
02

Data-Aware

Schema, relationship, datatype, transformation, dan integrity menjadi bagian dari perencanaan.

DATA-AWARE
03

Application-Aware

Database dipahami bersama aplikasi, query, connection, dan dependency yang menggunakannya.

COMPATIBILITY
04

Validation Focused

Data divalidasi berdasarkan migration scope dan criteria yang disepakati.

VALIDATION
05

Risk Conscious

Backup, rollback, downtime, dan failure scenario dipertimbangkan sejak awal.

RISK-AWARE
06

End-to-End

Assessment, planning, migration, testing, cutover, dan support berada dalam satu alur kerja.

END-TO-END

Pahami Bisnis. Bangun Solusi. Dorong Pertumbuhan.

Teknologi yang tepat bukan hanya membuat proses menjadi digital. Teknologi yang tepat membuat bisnis bekerja lebih baik.

BUSINESSTECHNOLOGYGROWTH
MIGRATION METHOD

Move Data
Without Losing Control

Alur kerja kami menjaga agar assessment, backup, mapping, validation, cutover, dan monitoring memiliki checkpoint yang jelas.

01
ASSESS

Assess

Memahami source, destination, ukuran data, schema, dependency aplikasi, kebutuhan downtime, dan constraints operasional.

02
PLAN

Plan

Menentukan migration strategy, backup strategy, migration window, rollback plan, dan validation approach.

03
BACKUP

Backup

Menyiapkan salinan data dan memastikan backup dapat digunakan sesuai skenario recovery yang disepakati.

04
MAP

Map

Memetakan table, column, datatype, relationship, index, constraint, dan kebutuhan transformation.

05
MIGRATE

Migrate

Memindahkan struktur dan data ke environment tujuan menggunakan metode yang sesuai kondisi database.

06
VALIDATE

Validate

Memeriksa completeness, consistency, integrity, schema compatibility, dan application compatibility.

07
CUTOVER

Cutover

Mengalihkan aplikasi ke database baru sesuai migration plan dan checklist operasional.

08
MONITOR

Monitor

Memantau environment setelah migration dan menangani issue yang muncul pada fase awal.

Dimulai dari Bisnis. Dibangun dengan Teknologi.

Setiap keputusan teknologi kami arahkan kembali pada kebutuhan dan tujuan bisnis yang ingin dicapai.

FAQ JASA MIGRASI DATABASE

Frequently Asked Questions

Jawaban realistis untuk pertanyaan bisnis dan teknis seputar database migration service.

Belum menemukan jawaban yang Anda cari?

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Entercraft.id.

Hubungi Entercraft.id
MULAI DENGAN ASSESSMENT

Rencanakan Migrasi Database Anda
dengan Lebih Terstruktur

Ceritakan database yang sedang digunakan, target environment, ukuran data, kebutuhan downtime, dan kendala yang Anda hadapi. Kami akan membantu menentukan pendekatan migrasi yang sesuai.

From business challenges to digital solutions.
AIAUTOMATIONSYSTEMDATA